My beloved grandma – Ied Adha 1434 H

Tema kali ini curhat liburan, kaya siswa SD aj yah..  Liburan ied adha kemaren aku mengunjungi nenek yang di subang. Memang sudah lama ga ketemu, tapi Alhamdulillah ada kesempatan kesana jadi berangkat deh nengokin. Subang adalah tempat besarnya ibuku dulu, ya ga lama sii sebelum ada aku, yah cuma kakakku yg paling gede itupun waktu dia masih kecil. Dengan susah payah aku untuk bisa pergi kesana, naik dari caheum tidak ada, naik dari luwipanjang katanya tidak ada juga, jadi naik yang ada aja yang ke arah subang, dapetlah bus dan diturunin di sadang *ga tau itu dimana listeners..😦 kemudian aku tanya ajah ibu-ibu disitu, ternyata dia juga mau kesubang, terus dia nunjukin jalannya, Ah emang Allah ada dimana-mana, disitu aku ngerasa Allah selalu menjagaku. Aku udah dikasih jalan, diantarin sama ibu-ibu itu terus yang aku kaget dia sampe bayarin bus nya juga.. katanya udah ga apa-apa itu buat ongkos lagi kesana abis turun dari mobil ini naik elep lagi. katanya.. Emang apa niatnya kali ya, kalau niatnya baik pasti dikasih jalan yang baik juga. Terimakasih Allah memang Maha Sempurna.

Sesampainya disana aku ketemu dengan keluargaku dan adikku.. Ada cerita yang bisa dijadikan pelajaran disana tentang orang tua, dari kecil kita dibesarkan orang tua tanpa mereka menghitung atau mencatat berapa besar biaya dan pengorbanan yang telah mereka berikan, dari kita lahir sampai “menikah” atau saat ini. Dulu yang tadinya kita tidak bisa apa-apa sampai bisa seperti sekarang adalah karena pengorbanan dan doa dari mereka, sepantasnya kita sudah besar bisa membalas kerja keras orang tua dan memanjakan mereka dihari tua mereka. Dalam keadaan apapun juga ternyata orang tua selalu mendoakan anak-anak dan keluarganya agar bahagia dunia dan akhirat, agar selamat dunia dan akhirat, agar dapat berkah dunia dan akhirat. Kalau sudah begitu apa pantas kita menelantarkan orang tua? naudzubillah, semoga kita tidak mempunyai sikap seperti itu.

Back to the vacation, by the way hari kemenangan ied sudah tiba, pagi-pagi bersiap menuju ke masjid untuk solat ied berjamaah. tahun lalu ditempat neneknya ratih, tahun lalu lagi di brebes, tahun lalu lagi di kampus bagi-bagi qurban, tahun lalu sama anak-anak wisma permata, dan tahun ini di tempat nenek sendiri. sangat berkesan. . Selesai solat aku dan adikku menyempatkan pergi ke tempat saudara di situ muter-muter satu desa buat silaturahim ke kerabat dan sahabat ibuku*meskipun aku ga kenal, tapi alhamdulillah mereka semua ramah-ramah dan ternyata ibuku terkenal juga. Heheee… sampai disana ternyata ada yang sedag motong-motong daging, eh kebagian pulak tulang dan dagingnya. Rejeki ga kemana. . heheee.. akhirnya pulang lagi kerumah dan dipaksa buat masak daging sebelum aku dan adikku pulang, Adikku pulang ke bekasi dan aku ke bandung.

Kita di bekalkan macam-macam, emang orang sunda suka banget sama lotek sampe-sampe di bawa-bawainnya semuanya. Nasi timbel plus timun *sambel ga aku bawa karena ga suka, rebusan telur sama masakan kambing tadi.. oiya dibawain mangga juga. Berat banget lah,, anak sekarang kan ga mau repot-repot ya, tapi ya sudahlah demi orang tua yang sudah repot-repot nyiapin semuanya mending kita yang repot kaga napa-napa, untung beras ga dibawain juga, kalo dibawain gimana jadinya.. -__-

masjidil-haram-mekah-saudi-arabia

Oiya ada yang lupa, tahun ini ibuku hajian lagi yang ke-berapa yaaa??, tiap tahun hajian terus sampe lupa deh, Semoga jadi haji yang mabrur selalu berterima kasih sama Allah ya Mah. I miss U.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s