Seorang Pemimpin yang “Baik”

apakah-anda-seorang-pemimpin-atau-penguasa-atau-kedua-nya

Suatu kejadian yang bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga. Mudah-mudahan, Amin

Saya menjalani sebuah usaha kecil-kecilan yang saya rintis sejak bulan desember 2012, lumayan lah hasilnya bisa buat makan. heheee.. setelah dua bulan berjalan, saya mendapat sms dari adik saya bahwa dia sedang ditagih utang sama temennya, memang sih utangnya sekitar 300.000, tapi untuk seukuran anak seperti adik saya yang belum kerja uang tersebut pasti besar, mau minta ke orang tua mungkin malu karena uang tersebut sebenarnya adalah uang pembayaran sekolah yang uang dari orang tua sudah dikasih tapi sama adik saya digunakan untuk keperluan dia yang lain, nah sejak saat dia ditagih-tagih oleh temannya baru dia berani bilang sama saya bahwa dia butuh uang buat bayar hutang dan dia berjanji akan mengembalikannya kalau dia sudah kerja. Saya berfikir emang dia mau kerja apa? baru lulus SMA, kuliah jg belum. Saya memutuskan untuk membantunya dan saya bilang ke adik saya bahwa, “saya tidak mau mengeluarkan uang untuk itu, karena salah kamu sendiri. yasudah kalo mau cari uang sendiri, nih kaka ada kerjaan(kerjaannya adalah online shop, jualan di internet), silahkan kamu ambil dan olah, nanti kaka transfer uang ketemen kamu itu buat bayar utangnya.” .

Sejak dia berkomitmen untuk kerja, maka saya kasih segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan itu, saya kasih fb online shop saya, saya kasih jobdesk dia apa saja, saya ajarin dia bagaimana caranya ngambil barang, saya ajarin dia berkomunikasi yang baik dengan pelanggan, dan segala macem yang berkaitan dengan usaha ini.

Memang saya pisahkan uang modal(saya sebut aset perusahaan saya) karena supaya jelas modal berapa dan hasil yang didapet dalam satu bulan berapa. Ternyata modal sekian, saya maksimalkan buat usaha itu.

Alhamdulillah setiap minggu ada saja orderan yang datang, dan tiap sabtu adik saya mengambil pesanan, saya selalu kasih uang transportasi untuk dia pergi dan uang itu diambil dari uang modal. menurut saya uang transportasi adalah kewajiban karena itu adalah hak pegawai dalam rangka menunaikan kewajiban dia untuk pemilik¬† usaha, saya juga sering sharing dan tanya-tanya mengenai kerjaan dia, kesulitan dia apa, karena saya juga pernah merasakan bagaimana susahnya mencari pembeli dan mengambil barang itu sendiri, bahkan saya memberi pilihan ke adik saya “nih sialahkan ambil uang buat transport kamu, aslinya dari sini ketempatnya 9000 bolak-balik, cuman dari lampu merah agak kedalam lagi baru nyampe tempatnya, emang dibilang jauh ya lumayan jauh sekitar 100 meter, tapi jalan kaki juga bisa sambil mampir-mampir dari satu toko ke toko lain”. sepertinya dia sudah paham dengan itu. ya sudah akhirnya setelah satu bulan ternyata pendapatan kami bersihnya 600.000, akhirnya dia pengen pulang lanjutin study kursusnya terus q kasih dia tambahan upahnya karena saya tau pekerjaan ini tidak seringan dan semudah yang dibayangkan karena saya pernah mengalaminya bagaimana panas dan haus mengambil barang itu, bagaimana komplain dari customer. nah dari situ saya belajar untuk bisa menghargai pekerjaan meski sekecil apapun. memang upah untuk saya tidak sebesar upah dia, tapi itu menurutku sebanding dengan apa yang dia kerjakan. Sewaktu dia mau pulang dia juga berkeinginan lagi untuk menawarkan dagangan saya ke temen-temennya, sungguh kejadian yang luar biasa, mengingat adik saya yang bandelnya minta ampun itu akhirnya mau berjualan. Jadi saya bisa mengambil kesimpulan bahwa “Apa yang orang lain kerjakan untuk kita, kita harusnya peka dan mengerti usaha yang sudah dia lakukan, kita kasih upah yang sudah kita janjikan dan kita bisa ngasih lebih untuk hasil kerjanya, disamping harapan yang sudah dijanjikan itu si pegawai merasa senang, terlebih lagi kita kasih upah tambahan ke pegawai untuk membahagiakannya dengan begitu pegawai akan menghargai atasannya dan lebih ikhlas dalam bekerja”

“Seorang pemimpin” manusia pada dasarnya cepat atau lambat akan menjadi seorang pemimpin, baik dalam sebuah organisasi, lingkungan sekitar atau keluarga. Kita ambil contoh yang sederhana saja, dalam keluarga pasti secara tidak sadar ada struktur organisasi dimana ada seorang ayah yang menjadi pemimpin keluarga, ada ibu, dan ada anak yang harus diayomi oleh sang pemimpin.

Pemimpin adalah nakhoda kapal, dimana mengatur kemana kapal itu berlayar dan berlabuh.

Seorang pemimpin harus siap dalam situasi apapun, baik dalam keadaan tenang atau situasi yang tidak diharapkan, seorang pemimpin harusnya mampu mengambil sikap yang tegas ketika suatu masalah terjadi.

Seorang pemimpin itu harus berjiwa besar,dapat menerima kritikan dan saran yang masuk dengan lapang, tidak emosi dan juga tidak sembrono. Berjiwa besar seorang pemimpin bisa membuat orang-orang yang dipimpinnya merasa tenang dan pantas.

Pemimpin itu bijaksana dalam tindakannya, memahami dan mengerti apa yang dirasakan oleh orang-orang dibawahnya. Bijaksana untuk menentukan keputusan yang adil karena pada dasarnya pemimpin harus adil untuk semuanya.

Kiasan kasar “Seorang pemimpin yang baik itu rela lapar dan makan sisa terakhir yang ada setelah semua bawahannya makan”

Seorang pemimpin yang baik tidak akan di tinggalkan oleh bawahannya, kalaupun ditinggalkan pasti bawahannya akan menangis untuk pemimpinnya yang pergi.

“Dan (ingatlah, wahai muhammad) ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat:’Sesungguhnya Aku hendak manjadikan seorang kholifah di muka bumi’ “(Qs:2:30)

Semoga kita semua siap untuk menjadi pemimpin dimanapun kita berada. Sekian, Maaf kalau ada kata yang salah. Terima kasih sudah membaca tulisan ini. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s